Waktu Yang Tepat Dan Tujuan Untuk Aqiqah

Aqiqah terdiri dari memberi nama terhadap bayi itu, mencukur rambutnya, dan menawarkan perjuangan. Disarankan bahwa bayi yang baru lahir sepatutnya dikasih nama majemuk yang mengandung salah satu nama Allah yang paling indah (mis. ‘Abd al-Hamid), atau nama tokoh suci dalam Islam. Aqiqah, adalahs sebuah terminologi dalam islam, dipahami sebagai penyembelihan hewan pada dikala si kecil baru lahir. Untuk si kecil sepatutnya ada aqiqah, dan hewan tersebut di korbankan atas nama anak (dengan nama Allah) dan mencukur rambut. Hadits (Bukhari). Sementara itu, anda bisa coba Paket Aqiqah Purwakarta kalau anda mencari jasa aqiqah baik yang terjangkau harganya.

Kapan Aqiqah mesti dilakukan?

Cara yang lebih disukai untuk Aqiqah merupakan bahwa itu sepatutnya dikerjakan pada hari ketujuh, dan kalau tidak karenanya hari ke 14 atau 21, dan seterusnya. Sebagian ulama mengatakan bahwa ini dapat dijalankan sampai si kecil menjadi dewasa dan mengatakan Aqiqah bisa dikerjakan ketika itu. Tapi sesudah periode ini mengerjakan Aqiqah tak relevan. Sebagian ulama memberikan Fatwa bahwa Aqiqah berlaku hingga hari kematiannya. Seandainya seseorang setelah menjadi dewasa mengerjakan Aqiqahnya sendiri, berdasarkan beberapa ulama itu tidak legal tapi menurut sebagian ulama itu diperkenankan karena juga dipahami dari Fadhul Bari.

Apa tujuan dari Aqiqah?

Pelaksanaan Aqiqah betul-betul disarankan. Itu patut dilaksanakan oleh orang tua atau wali si kecil. Nabi Muhammad salallahu \’alaihi wa salam dan sahabat-temannya biasa menjalankan Aqiqah dikala mereka diberi bayi yang baru lahir. Ada banyak manfaat dalam daya kerja Aqiqah. Salah satunya ialah mengumumkan kelahiran bayi. Dianugerahi seorang si kecil yakni berkat besar dari Sang Pencipta. Tujuan lainnya ialah mengundang member keluarga, tetangga, dan sahabat untuk merayakan kans yang diberkati. Orang miskin harus dimasukkan dalam perayaan dengan menawarkan makanan dan daging yang disajikan pada peluang ini.

Diceritakan Salman bin \’Amri Ad-Dabbi (ra), Nabi salallahu \’alaihi wa salam mengatakan, \”Aqiqa seharusnya disajikan untuk si kecil laki-laki (baru lahir).\”(Sahih al -Bukhari)

(catatan: telah dikutip dalam fatih-al-bari bahwa mayoritas ulama menyetujui hadits yang diriwayatkan dalam sahih at-tlrmlzy bahwa Nabi (shallallahu \’alaihi wa sallam) ditanya tentang aqiqa dan ia (sallallahu\’ alaihi wa sallam) memesan 2 domba untuk seorang anak laki-laki dan satu domba untuk seorang si kecil perempuan dan itu adalah kebiasaannya \”sunnah\”.)

This entry was posted in Info and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *