Mesjid Al-Aqsa Dari Zaman Nabi Adam (AS) Sampai Nabi Muhammad Sallalahu ‘Alaihi Wa Salam

Al-Mesjid Al Aqsa yaitu kiblat pertama dalam Islam dan sudah menjadi daerah ibadah yang signifikan dan penting bagi para Nabi Islam. Dibangun 40 tahun sesudah Al Mesjid Al Haram di Mekah. Ada perbedaan anggapan di antara para ulama perihal siapa yang sesungguhnya membangun Al Masjid Al Aqsa, dengan sebagian ulama dan sejarawan menegaskan pandangan bahwa Al Masjid Al Aqsa dibangun oleh Nabi Adam AS, dan yang lain berpendapat bahwa itu dibangun oleh Nabi Ibrahim AS. Masjud itu juga telah dibangun kembali, direnovasi, dan diperluas berkali-kali dalam sejarah Islam. Kecuali itu, anda dapat coba Tour Aqsa Jakarta apabila anda berharap berkunjung ke mesjid ini.

Mesjid itu merupakan tempat ibadah yang tenar pada zaman Nabi Ibrahim AS, dan untuk putranya Nabi Ishaq (as), dan cucunya Nabi Yaqub (as). Saat putra Nabi Yaqub dan Nabi Yusuf (as) mencapai posisi berkuasa di Mesir, ia minta keluarganya untuk bergabung dengannya dan membebaskan diri dari kemiskinan yang melanda Palestina. Sumber-sumber bermacam kitab mengklaim ini termasuk ayahnya, Nabi Yaqub (as), dan saudara kandung Nabi Yusuf dan buah hati-buah hati mereka, dan semuanya ada 33 (Allahu Aalam).

Orang Israel yang secara sukarela beremigrasi ke Mesir mencari kehidupan materi yang lebih baik tetap di sana selama sekitar empat abad dan mereka malah menjadi budak orang Mesir. Perbudakan ini hanya usai saat Nabi Musa AS membebaskan mereka dari Firaoun di bawah instruksi Allah. Tetapi, orang Israel menolak perintah Allah.

Nabi Daoud (as) mendirikan kerajaannya di komponen Palestina dan merajai Yerusalem. Putranya Nabi Sulaiman (as) membangun kembali Al Mesjid Al Aqsa dengan bantuan penduduk absah setempat, dan di sebelahnya dia membangun istana penguasa. Sesudah kematian Nabi Sulaiman, kedua putranya membagi kerajaannya di antara mereka sendiri dengan masing-masing memiliki modal sendiri. Kerajaan-kerajaan ini ada untuk jangka waktu yang sungguh-sungguh singkat, sekitar dua ratus tahun, dengan raja terakhir Yerusalem ketika dinasti ini dilengserkan pada tahun 586/587 SM oleh Babilonia.

Pada tahun 315-325 M, dikala Kaisar Romawi Konstantinus memeluk agama Kristen, orang-orang Romawi dan orang-orang yang tinggal di tanah mereka (termasuk orang-orang Yahudi) tak lagi memedulikan Al Masjid Al Aqsa, dan warga menjadikannya tempat pembuangan sampah pada masa itu. Beginilah Al Mesjid Al Aqsa bertahan selama beberapa ratus tahun ke depan, hingga Nabi Muhammad SAW menghidupkan kembali spiritualitas daerah yang diberkati ini.

This entry was posted in Info and tagged , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *